Selasa, 05 Oktober 2010
Hadi Pery Fajri and Football
Sepakbola adalah permainan/olahraga yang paling populer dan paling digemari diatas muka bumi ini. Berawal dari World Cup USA 1994, tepatnya kelas 5 Sekolah Dasar aku mulai mengenal dan gemar bermain sepakbola. Romario, Bebeto, Roberto Baggio, Kennet Anderson, Martin Dahlin, Thomas Brolin sampai Hristo Stoitchkov merupakan sedikit dari sekian pemain-pemain yang mampu membawa Negaranya menembus Semifinal, sayang Diego Armando Maradona terpaksa di skors karena terbukti menggunakan doping kala itu. Begitulah awalnya dimana Brazil menjadi Juara untuk yang ke-4 kalinya setelah mengalahkan Italia lewat drama adu penalti, Roberto Baggio menjadi salah satu eksekutor Italia yang gagal menjalankan tugasnya, tendangannya melambung diatas gawang Claudio Taffarel, sehingga Baggio dianggap sebagai Public Enemy dinegaranya pasca event akbar tersebut. Begitulah awal mengenal sepakbola lewat ajang Piala Dunia yang begitu membius.
Keinginan bermain sepakbola terus berlanjut ketika sekolah di PPM Al-Kautsar Tj.Pati Payakumbuh, hari Jum'at yang menjadi hari libur mingguan diisi dengan bermain bola dengan teman-teman santri lainnya. 2 tahun disana melanjutkan sekolah di MTs Al-Falah Muara Bungo, Well, :-) disini peranku bertambah besar karena teman-teman selokal menjadikanku sebagai "tulang punggung" ketika ada pertandingan antar kelas, pada tahun 1997 bergabung dengan SSB Persibut Junior dan menjadi semakin sibuk hari-hari dengan yang namanya sepakbola. Tamat di Al-Falah, jenjang SLTA dilanjutkan ke MAN Muara Bungo, disinilah boleh dikatakan puncak dari "prestasi"ku dalam bermain bola, pada akhir tahun 1999 masuk Skuad Persibut Junior U-18 pada kejuaraan liga remaja PSSI rayon Jambi yang lebih dikenal dengan istilah SOERATIN Cup yang belangsung sepekan di Stadion MASURAI, bangko. Pada kejuaraan ini aku diberi amanah menjadi elcapitano alias kapten kesebelasan, si kapten hanya mampu mengkoordinir teman-temannya setelah kalah di semi final. Disekolahpun diberi tanggung jawab yang sama dalam membela sekolah (MAN), sebelumnya pada medio tahun 1999 pada kejuaraan antar SLTA se Kota Muara Bungo, sayang sekali langkah kami terhenti lagi-lagi hanya sampai semifinal. Selanjutnya pelatih "mempromosikan" untuk ikut bergabung latihan dengan senior-senior di Persibut, hanya sampai akhir tahun 2000, selepas itu konsentrasi menghadapi Ujian Akhir Nasional pada mei 2001, khawatir juga sih kalau gak lulus.... he..he..he...
(Bersambung)
Itulah HPF dengan prestasi seadanya, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan teman-teman atau adik-adik yang punya pengalaman dan jam terbang yang lebih banyak.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar